Berandamadani, BLANGPIDIE – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diminta segera turun tangan menyikapi proyek pemasangan pipa Sambungan Rumah (SR) di Gampong Babah Lhung, Kecamatan Blangpidie. Proyek yang dikerjakan oleh rekanan tersebut dinilai tidak bertanggung jawab karena meninggalkan sisa material galian yang terbengkalai selama berbulan-bulan, sehingga membebani pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Keluhan ini mencuat setelah warga merasa dirugikan secara kenyamanan maupun keamanan lingkungan. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (11/4/2026), tumpukan material bekas galian beton masih berserakan di sepanjang bahu jalan (bairam), tepat di depan rumah-rumah penduduk.
Warga mengungkapkan kekesalannya karena pihak rekanan tidak menepati janji untuk membersihkan sisa pengerjaan. Akibat tak kunjung diangkut, warga terpaksa bergotong-royong memindahkan bongkahan beton secara mandiri demi menghindari kecelakaan. “Sama sekali tidak ada tanggung jawab. Janjinya material akan diangkat atau ditimbun kembali, tapi sudah dua bulan kondisinya tetap sama. Ini sangat berbahaya bagi anak-anak dan pengendara motor yang melintas,” ujar salah seorang warga.
Selain tumpukan beton, warga juga mengeluhkan polusi debu yang dihasilkan dari bekas galian tersebut. Mobilitas kendaraan roda dua dan empat yang tinggi menyebabkan debu beterbangan hingga masuk ke dalam rumah warga setiap hari, yang berdampak pada kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Hal yang lebih memprihatinkan, lokasi penggalian tersebut merupakan area rabat beton yang baru saja dibangun oleh pemerintah desa pada tahun 2024 menggunakan dana desa. Sekretaris Desa (Sekdes) Babah Lhung, Syarifuddin, menjelaskan bahwa pembangunan tersebut awalnya bertujuan untuk menjaga estetika dan kebersihan gampong, namun kini justru tampak semrawut akibat sisa proyek pipa PDAM tersebut.
Masyarakat Gampong Babah Lhung kini mendesak Dinas PUPR Abdya untuk segera menindaklanjuti persoalan ini. Mereka berharap pemerintah segera memanggil pihak rekanan agar membersihkan material sisa dan mengembalikan fungsi jalan seperti semula sebelum masalah ini semakin berlarut-larut.










